GTM berujung Fatal


GTM berkepanjangan bisa jadi anak tersebut terkena Anemia Defisiensi Besi (ADB).

Ini terjadi sama Ara, makanya Ara ini kecil banget dan susah naik bb dan tinggi badannya. Sampe deg degan terus tiap nimbang karna uda parah banget gitu.

Aku mau cerita jadi sbelum dinyatakan Anemia Defiensi Besi, kita bawa Ara ke beberapa dokter. Sampe akhirnya srek ke dokter yang terakhir yaitu Dokter Apin, mungkin ibu ibu milenial uda tau dengan beliau.

Setelah itu pemeriksaan pun dimulai bertahap dan memang agak lama, karena harus melalui beberapa test.
Awalnya dokter melakukan tes fisik seperti pucat, lemas, lesu atau tidak. Dari tes fisik tersebut Ara gak ada tanda tanda pucat, lemas, letih, lesu hanya saja nafsu makan yang berkurang. Selanjutnya dokter menyarankan untuk melakukan beberapa test lab, beberapa diantaranya itu test urine, screening ADB, analis gas darah dan beberapa test lainnya aku lupa pokoknya banyak banget. Biayanya juga lumayan 1.8 juta, ini pun aku bersyukur sekali karena dapat laboraturium yang murah banget. Soalny aku uda tanya tanya ke prodia itu abisnya 2.6jutaan. Oh ya itu pengambilan darahnya lewat arteri jadi lebih sakit dibanding pengambilan darah yang biasa.

Beberapa hari kemudian hasilnya keluar dan dokter menyatakan Ara terkena ADB karena dari hasil Laboraturiumnya menunjukkan  sbb :
- HB 8,4 g/dl  normalnya  antara 11,0-13,5 g/dl,
- Ferritin 5,0 ng/ml normalnya 6,0 - 140,0 ng/ml
- Serum Ion 17 µg/dL normalnya 60-170 µg/dL



Setelah dinyatakan Anemia Defisiensi Besi Ara diberi terapi zat besi dengan FeRRiz (Suplement Besi) dengan dosis 1ml x 2 kali sehari. Dosis seperti ini hanya dokter ya yang bisa menentukan, karena ternyata tidak boleh sembarangan memberikan suplemen zat besi takutnya malah berlebih.
Terapi tersebut dilakukan selama 3 bulan, kemudian setelah 3 bulan Ara melakukan screening ADB lagi.

Setelah 3bulan berjalan kita test lab ulang dan Alhamdulillah hasilnya sudah di angka normal semuanya, karena sekarang sudah normal terapi di hentikan dan dokter tetap menyarankan memberikan FeRRiz dengan dosis 0.5ml 1x sehari sampai usia Ara 2 tahun.

Sekarang tugasku buat mengembalikan nafsu makan dan mengejar bb dan tb yang lumayan ketinggalan jauh..

Dari pengalaman sani semoga bisa bermanfaat untuk mommy lainnya. Jadi kalau ada anaknya yang GTM berkepanjangan coba segera ke dokter ya.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nginep di Discovery Ancol enak gak ??

Ikan Peda Petai Cabe Hijau

Jalan Jalan ke Jakarta Aquarium